Berita Nasional

Asal Muasal Masuknya Tembakau Gorila ke Indonesia

Minggu, 22 Januari 2017

Polisi baru saja meringkus 3 orang tersangka pengedar tembakau gorila yang menjual via media sosial. Peredaran tembakau tersebut sudah dianggap meresahkan sehingga seluruh pihak diminta partisipasinya untuk melakukan pemberantasan. Tak hanya dari sisi penegak hukum, perusahaan ekspedisi juga diminta bekerja sama mencari tahu asal muasal pengirim tembakau tersebut.

"Tim sedang mendalami dan berkoordinasi dengan ekspedisi, sehingga bisa sampai ke titik awal barang ini dibuat," ujar Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, Minggu (22/1).

Meski telah menangkap beberapa orang pengedar, polisi tampaknya belum puas. Mereka berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika jenis baru ini hingga tuntas. Mereka juga tak segan mengambil tindakan tegas apabila pelaku melawan. "Jelas apabila para bandar dalam proses penangkapan melakukan perlawanan maka kami tembak," ancam Nico.

Pihaknya belum dapat memastikan dari mana barang haram tersebut dibuat, apakah buatan luar negeri atau dalam negeri. Namun ia menjelaskan bahwa narkotika ini adalah tembakau biasa yang dicampur dengan cairan kimia sintetis yang mengandung zat 5-FLUORO -ADB, sehingga menimbulkan efek kecanduan, rasa senang, halusinasi bahkan kehilangan kesadaran. "Jadi cara penggunaan ini biasanya pengguna mengambil rokok, kemudian dikeluarkan separo. Nah, separonya diisi dengan tembakau gorila di dalamnya kemudian dibungkus dan diulam kemudian dibakar sampai habis," terang Nico.

"Biasanya untuk 1 paket yang berisi 3 gram tembakau gorila bisa digunakan untuk 5 batang rokok. Sedangkan untuk 1 batang rokok bisa dibagi untuk 3 hingga 4 orang. Bisa dibayangkan apabila kami menyita 10 kg, sudah berapa banyak orang bisa diselamatkan?" sambungnya.Kepolisian melalui direktorat pembinaan masyarakat juga akan menggandeng institusi pendidikan, para kapolres dan tim BNN untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat, karena ini adalah hal yang baru.

"Jadi untuk ke kampus-kampus nanti kami kerjasama dengan dinas pendidikan, kami bisa buatkan selebaran tentang bahaya ini untuk ditempel di papan pengumuman kampus-kampus, sehingga mereka aware, karena ancaman hukumannya berat," pungkasnya.


Lainnya