Berita Aceh Tenggara

Manajemen Tertutup, Dana Desa Rawan Penyimpangan

Minggu, 19 Maret 2017

Babussalam (WEB-Agara) :Alokasi dana yang besar dan sikap tertutup serta manajemen yang tak transparan, menyebabkan penggunaan dana kute (Desa) Di Aceh Tenggara, masih rawan terhadap penyelewengan. Demikian kata Sahar, 45, salah seorang Oknum Mantan Kepala Desa, Sahar, di Kutacane kepada WEB-Agara, belum lama ini, menyikapi rendahnya kualitas pekerjaan proyek maupun kegiatan Kute yang bersumber dari APBDes

Lihat dan datangi saja langsung ke kute, kendati banyak proyek dan kegiatan yang dananya bersumber dari APBDes 2015 dan 2016, namun masih banyak warga yang kebingungan dan bertanya-tanya, kapan kegiatan itu dibahas dan disahkan, berapa besar dana kegiatannya maupun yang mengerjakan kegiatan fisik tersebut.

Yang lebih mengherankan lagi, urai Sahar, banyak kegiatan yang bersumber dari dana Kute, sama sekali tidak memasang papan nama kegiatan, bahkan mirip proyek siluman yang tak bertuan. Jadi wajar saja, jika kualitas pekerjaan kegiatan yang bersumber dari dana kute itu, sangat rendah dan daya tahannya sangat diragukan, kendati alokasi dana untuk satu item kegiatan fisik tersebut terbilang besar.

Semua itu, kata Anwar, warga lainnya,berawal darisikap tidak transparannya pengulu kute dan perangkat kute dalam mengelola keuangan kute,sehingga banyak proyek fisik yang dikerjakan akhirnya mubazir dan sia-sia.

Bahkan yang lebih menyedihkan lagi,masih ada Ketua Badan Permusyawaratan (BPK) Kute yang tak tahu apa saja kegiatan di desa mereka, karena pengulu kute bersikap tertutup, karena itu Camat hendaknya lebih agresif lagi menyikapi keluhan sebagian besar warga Kute (desa) di Aceh Tenggara tersebut.(WA-03)

Teks foto : 1. Foto insert Oknum Mantan Kepala Desa, Sahar, ketika didok oleh Riky Hamdani


Lainnya