Berita Aceh Tenggara

Tiga Pencari Kayu Alim Yang Hilang Akhirnya Ditemukan, Dua Tewas, Satu Kritis

Selasa, 21 Maret 2017

Kutacane, (WEB-Agara): Setelah hampir tiga pekan Tim gabungan Basarnas Pos Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara melakukan upaya pencarian, akhirnya 3 warga pencari kayu alim yang hilang di kawasan pegunungan leuser tepatnya di Deleng Pokhkison, Kabupaten Aceh Tenggara ditemukan belum lama ini, bersama masyarakat serta keluarga korban yang terus melakukan pencarian.

Kepala Basarnas Pos Kutacane, Rizki Hidayat, membenarkan tiga pencari kayu alim yang hilang itu sudah ditemukan. "Namun informasi yang diterima, dua orang dinyatakan meninggal atas nama Sembiring, (40) dari Sei Mencirim, Medan dan Munjir, (33) dari Banda Aceh," ujarnya

Sementara itu, satu orang di antaranya , warga Desa nembak alas Kutacane atas nama Benthol, (60) dengan kondisi kritis saat ditemukan."Saat ini, tim gabungan lagi menggelar rapat di Mapolres Agara.

Direncanakan siang ini tim akan kembali masuk ke Gunung Pokhkisen melalui jalur darat guna mengevakuasi ketiga korban, Bahkan bisa juga melalui jalur udara dengan helikopter " . Jika cuaca kondusif hari ini, maka heli akan mendarat di Bandara Alas Leuser di Simpang Semadam," jelas Rizki kepada sejumlah wartawan.

Dari informasi yang yang di himpun media ini, sejak tiga hari terakhir cuaca di wilayah Kutacane terlihat mendung dan hujan sejak pagi hingga sore, akibat cuaca buruk dan tingginya curah hujan ini tim evakuasi belum mampu untuk menjangkau lokasi , hingga berita ini di turunkan, cuaca mulai terlihat cerah dan pihak basarnas akan berupaya untuk melakukan evakuasi melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter yang di datangkan dari Medan, dengan di temukanya tiga orang ini, maka kelima pencari kayu alim yang di laporkan hilang beberapa waktu lalu akhirnya telah berhasil di temukan.

Sebelumnya, di beritakan Lima orang pencari kayu alim (Gaharu) di laporkan menghilang yang di duga tersesat di Pegunungan Deleng Pokhisen sebelah timur Kota Kuatacane yang masih berada di kawasan pegunungan Leuser , Aceh Tenggara (Agara), belum lama ini. Adapun kelima warga itu, Jalal (40) petani, warga Agara, Munjir, (33), wiraswasta asal Banda Aceh, Bentol (60), petani dari Desa Lembah Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, dan Biring (40) warga Medan, Ayuman (30) warga Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, Agara. Dandim 0108 Agara, Letkol Inf. Yudiono SAg, kepada wartawan di Gedung PWI Kutacane , mengatakan, berdasarkan informasi dari Arta (36), warga Terutung Payung, Kecamatan Bambel, Agara, yang juga salah satu korban pencari kayu alim yang telah terlebih dahulu turun darigunung tersebut dan terspisah dari kelima temannya . Ia menjelaskan, masih ada lima orang rekannya yang tersesat dan kehabisan bahan logistik saat melakukan pendakian untuk mencari kayu alim sejak tanggal 5 Desember 2016 lalu di wilayah pegunungan Deleng Pokhisen (Depok), Agara. Mereka yang berjumlah enam orang bersama- sama berangkat menuju pegunungan yang tak jauh dari pusat Kota Kutacane tersebut dengan maksud untuk mencari kayu alim yang nantinya akan diperjual belikan untuk menambah perekonomian keluarga. Namun setelah mengikuti perjalanan selama sekitar 21 hari, mereka telah tersesat di tengah hutan belantara, serta kondisi mereka saat itu telah kehabisan bahan logistik yang dibawa dan kemudian memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan mendirikan tenda untuk berteduh. Melihat kondisi tersebut, Ayuman (saat ini masih belum di ketahui keberadaanya), memutuskan untuk turun gunung kembali berjalan ke kampung untuk mencari bantuan. Kemudian sekitar satu jam setelah keberangkatan Ayuman disusul oleh Arta, sementara 4 orang rekan yang lainnya menunggu di tenda karena kelelahan dan tidak sanggup melanjutkan perjalanan lagi. Saat dalam perjalanan, Arta memanggil-manggil dan mencari Ayuman rekan korban untuk berjalan bersama menuju pemukiman terdekat di Kutacane, namun tidak ketemu juga. Setelah melakukan perjalanan selama sekitar lima hari lima malam dengan cara menyusuri sungai dan gunung yang tinggi, terjal dan mendaki, pada tanggal 31 Desember 2016 sekitar pukul 18.00 WIB, Arta tiba dengan selamat di Desa Peranginan Kecamatan Badar, Agara. Arta langsung tidak sadarkan diri kerena mengalami kelelahan yang kemudian di temukan dan ditolong oleh masyarakat setempat, dengan inisiatif sejumlah warga akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak Basarnas Kutacane. Menurut Yudiono, setelah melakukan koordinasi bersama pihak Basarnas, Kepolisian Polres Agara , TNI dan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang kemudian akhirnya membentuk tim gabungan serta memberangkatkan 8 orang yang di tambah dengan 2 orang pemandu untuk pencarian korban , pada Rabu sore (4/1) dengan titik keberangkatan di bendungan Lawe Harum di kaki pegunungan ini Kecamatan Deleng Pokhkisen. Hingga berita ini di turunkan bentol (60) yang sebelumnya kritis akhirnya berhasil di selamatkan dan kembali berkumpul bersama keluarga, sedangkan kedua rekanya yang tewas saat ini dalam proses penjemputan oleh tim gabungan basarnas dan masyarakat.(WA-02) Teks Foto : 1. Tim Gabungan Basarnas TNI/Polri dan BPBD Aceh Tenggara ketika akan melakukan pencarian warga yang tersesat di pegunungan Leuser Deleng Pokhkisen Kebupaten Aceh Tenggara, foto dok by Armen Toni


Lainnya