<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Website Kabupaten Aceh Tenggara</title>
	<atom:link href="http://acehtenggarakab.go.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://acehtenggarakab.go.id</link>
	<description>Sepakat Segenep</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 12:37:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Foto Jarak Dekat TKP Sukhoi Tabrak Tebing Gunung Salak</title>
		<link>http://acehtenggarakab.go.id/?p=245</link>
		<comments>http://acehtenggarakab.go.id/?p=245#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 07:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acehtenggarakab.go.id/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Tim Search And Rescue (SAR) di Posko 1 dan 3 Gunung Salak menuturkan kondisi penemuan bangkai pesawat Sukhoi Superjet 100. Bangkai pesawat itu jatuh ke jurang dari atas tebing dengan kemiringan 85 derajat. Firman, salah satu anggota tim SAR, menuturkan kepada Tempo bahwa dia mengaku melihat bangkai Sukhoi dari jarak pandang yang lebih dekat. Puing-puing]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a class="wpptopdf" target="_blank" rel="noindex,nofollow" href="http://acehtenggarakab.go.id/?p=245&format=pdf" title="Download PDF"><img alt="Download PDF" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/plugins/wp-post-to-pdf/asset/images/pdf.png"></a><p style="text-align: justify;">Tim Search And Rescue (SAR) di Posko 1 dan 3 Gunung Salak menuturkan kondisi penemuan bangkai pesawat Sukhoi Superjet 100. Bangkai pesawat itu jatuh ke jurang dari atas tebing dengan kemiringan 85 derajat. Firman, salah satu anggota tim SAR, menuturkan kepada Tempo bahwa dia mengaku melihat bangkai Sukhoi dari jarak pandang yang lebih dekat. Puing-puing bangkai pesawat itu ada di bukit seberang dengan kondisi terpecah. “Maksimal diameternya saya perkirakan 50 sentimeter,” kata Firman, anggota tim SAR yang ditemui di Posko 1 Kaki Gunung Salak, Bogor, Jumat, 11 Mei 2012.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-245"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-234" title="Foto jarak dekat pesawat sukhoi" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/1.jpg" alt="" width="620" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-237" title="2" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/2.jpg" alt="" width="620" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Firman menduga puing itu jatuh ke jurang. Sebab, saat dia tiba di tebing tempat dia melakukan pengamatan semalam, masih banyak serpihan yang terlihat di tengah tebing. Namun, pagi harinya, jumlah serpihan tak sebanyak yang dia lihat malam hari. “Puing-puingnya tinggal sedikit,” kata Firman. “Saya menduga, pesawat menabrak tebing dan meledak hebat, lalu jatuh ke jurang.”</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-238" title="3" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/3.jpg" alt="" width="620" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-239" title="4" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/4.jpg" alt="" width="620" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Firman menunjuk banyaknya semak-semak di sekitar serpihan pesawat yang tak lagi hijau. Di tengah tebing juga tak ada baju atau kain tergantung. Juga tak terlihat ada tubuh manusia. “Semua berwarna coklat dan hangus,” ujarnya. “Semalam saya menginap juga tidak terdengar suara apapun dari sana.”</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-240" title="5" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/05/5.jpg" alt="" width="620" height="355" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acehtenggarakab.go.id/?feed=rss2&#038;p=245</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Program Percepatan Sanitasi Permukiman</title>
		<link>http://acehtenggarakab.go.id/?p=131</link>
		<comments>http://acehtenggarakab.go.id/?p=131#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sanitasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah sebuah roadmap pembangunan sanitasi di Indonesia. Program ini digagas oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) dengan mempromosikan strategi sanitasi kota (SSK) sebagai cetak biru bagi pembangunan sanitasi komprehensif di kawasan perkotaan. Roadmap ini akan diterapkan secara bertahap di 330 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mulai 2010 hingga 2014. Di samping]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a class="wpptopdf" target="_blank" rel="noindex,nofollow" href="http://acehtenggarakab.go.id/?p=131&format=pdf" title="Download PDF"><img alt="Download PDF" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/plugins/wp-post-to-pdf/asset/images/pdf.png"></a><p style="text-align: justify;">Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah sebuah roadmap pembangunan sanitasi di Indonesia. Program ini digagas oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) dengan mempromosikan strategi sanitasi kota (SSK) sebagai cetak biru bagi pembangunan sanitasi komprehensif di kawasan perkotaan. Roadmap ini akan diterapkan secara bertahap di 330 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mulai 2010 hingga 2014.<span id="more-131"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di samping untuk mengejar ketertinggalan dari sektor-sektor lain, roadmap sanitasi juga dimaksudkan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia memenuhi tujuan-tujuan Millennium Development Goals (MDGs). Khususnya yang terkait dengan Butir 7 Target ke-10 MDG, yakni “mengurangi hingga setengahnya jumlah penduduk yang tidak punya akses berkelanjutan pada air yang aman diminum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015.”Target ini bisa dipenuhi secara kuantitif, tetapi secara kualitatif layanan yang tersedia masih belum memadai.</p>
<p style="text-align: justify;">PPSP atau roadmap sanitasi merupakan muara berbagai aktivitas terkait pembangunan sektor sanitasi yang berlangsung beberapa tahun terakhir. Dimulai dengan Konferensi Sanitasi Nasional, November 2007, yang merintis kesepakatan langkah-langkah penting pembangunan sanitasi seiring pencapaian MDGs, penyelenggaraan International Year of Sanitation, 2008, yang mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen pemerintah pusat dan daerah, dan Konvensi Strategi Sanitasi Perkotaan, April 2009, yang berhasil mengidentifikasi isu-isu terkait sektor sanitasi dan memperkenalkan pendekatan strategi sanitasi kota yang lebih praktis.</p>
<p style="text-align: justify;">PPSP diarahkan pada upaya memenuhi tiga sasaran, yakni:<br />
Menghentikan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun 2014, di perkotaan dan pedesaan. Pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan Pengurangan genangan di 100 kabupaten/kota seluas 22.500 hektar.</p>
<p style="text-align: justify;">Komitmen Kabupaten Aceh Tenggara dalam program PPSP secara menyeluruh dimulai dengan memenuhi persyaratan yang antara lain 1) Surat minat yang ditandatangani Bupati dengan Tanggal 24 Mei 2010 Nomor 050/118/2011 tentang Penyampaina Minat Mengikuti PPSP Tahun 2011, 2) Draf SK pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Tanggal 29 Oktober 2010 Nomor 050/156/2010 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2010, 3) RKA PPSP Tahun 2011, 4) Rekomendasi dari Pokja Provinsi Aceh. Kesemua persyaratan tersebut di susun melalui tahapan dan proses yang sistematis dari Tahun 2010 hingga Tahun 2011 sehingga terpilihnya Kabupaten Aceh Tenggara sebagai peserta Program PPSP yang dimulai dari pertengahan Tahun 2011 hingga Akhir Tahun 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menjalankan tugasnya Pokja Sanitasi Kabupaten Aceh Tenggara melakukaan pertemuan rutin untuk mengumpulkan, mengkaji, serta menganalisa data dalam rangka memetakan sanitasi Kabupaten Aceh Tenggara. Adapun data-data tersebut akan ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan yang akan datang serta siapa yang bertanggungjawab terhadap data-data tersebut. Hasil pengumpulan data tersebut di tuangkan dalam sebuah dokumen yang di sebut Buku Putih Sanitasi. (<a href="http://sanitasi.or.id" target="_blank">ppsp</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acehtenggarakab.go.id/?feed=rss2&#038;p=131</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bobot Kriteria Teknis DAK akan Diperbesar</title>
		<link>http://acehtenggarakab.go.id/?p=127</link>
		<comments>http://acehtenggarakab.go.id/?p=127#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2012 09:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sanitasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah akan memberi bobot lebih besar pada kriteria teknis untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), selain kriteria umum dan kriteria khusus. Bobotnya mencapai 80 persen. Hal ini disampaikan Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi S Supriatna dalam pengantar diskusi panel bertema: “Peningkatan Investasi Sanitasi dan Air Minum” di arena Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a class="wpptopdf" target="_blank" rel="noindex,nofollow" href="http://acehtenggarakab.go.id/?p=127&format=pdf" title="Download PDF"><img alt="Download PDF" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/plugins/wp-post-to-pdf/asset/images/pdf.png"></a><p style="text-align: justify;">Pemerintah akan memberi bobot lebih besar pada kriteria teknis untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), selain kriteria umum dan kriteria khusus. Bobotnya mencapai 80 persen. Hal ini disampaikan Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi S Supriatna dalam pengantar diskusi panel bertema: “Peningkatan Investasi Sanitasi dan Air Minum” di arena Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2011 di Jakarta, Rabu (12/10).<span id="more-127"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Menurutnya, alokasi DAK sanitasi dan air minum selama ini belum optimum, di samping jumlah DAK yang belum memadai. Karena itu, perlu ada upaya peningkatan efisiensi. Di antaranya melalui peningkatan jumlah DAK yang akan didistribusikan; penetapan portofolio sanitasi/air minum setiap kabupaten/kota; penetapan kriteria teknis yang sesuai dengan portofolio sanitasi / air minum; pengalokasian DAK sesuai dengan kriteria teknis dan portofolio; serta peningkatan monitoring &amp; evaluasi pemanfaatan dana DAK.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi kembali mengingatkan, perlunya ada mekanisme pendanaan yang terintegrasi yang melibatkan semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, swasta, dan masyarakat dalam pembangunan air minum dan sanitasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejauh ini, jelasnya, untuk mencapai target pembangunan sanitasi 2009-2015 butuh anggaran Rp 62,4 triliun (0.04 persen APBN). Dari jumlah tersebut, pemerintah baru bisa menyediakan alokasi sebesar 33,1 triliun. Itupun dana pemerintah pusat hanya Rp 16,5 triliun dan sisanya Rp 16,6 triliun dari daerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Makanya, pembangunan sanitasi masih butuh tambahan dana sebesar Rp 29,3 triliun. Sisa anggaran inilah yang diharapkan datang dari swasta, donor, dan masyarakat. Karenanya, Dedi berharap ada koordinasi yang lebih intensif Pusat-Daerah dalam mendorong kemitraan Pemerintah dengan pihak swasta (KPS dan CSR). Pemerintah pun mendorong pembangunan iInfrastruktur air minum dan sanitasi (AMS) yang dilakukan swadaya oleh masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Khusus mengenai dana hibah, ia menjanjikan akan membuka akses yang seluas-luasnya kepada daerah untuk mengakses dana tersebut, terutama hibah dalam negeri, dengan menyiapkan kriteria eligibilitas yang akan mempertimbangkan dokumen-dokumen perencanaan AMS di kabupaten/kota. <strong>MJ<br />
</strong>sumber : <a title="sanitasi" href="http://www.sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=796:bobot-kriteria-teknis-dak-akan-diperbesar&amp;catid=55:berita&amp;Itemid=125" target="_blank">www.sanitasi.or.id</a><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acehtenggarakab.go.id/?feed=rss2&#038;p=127</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersedia AUD 190 Juta, Hibah Sanitasi dari Australia</title>
		<link>http://acehtenggarakab.go.id/?p=71</link>
		<comments>http://acehtenggarakab.go.id/?p=71#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 08:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sanitasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Minat negara donor untuk membantu pembangunan sanitasi di Indonesia terus mengalir. Australia melalui AusAid menyediakan dana sebesar 190 juta dolar Australia untuk membantu pembangunan infrastruktur sanitasi di Indonesia. Dana tersebut siap dikucurkan bagi daerah yang memenuhi kriteria, baik kriteria Kementerian Pekerjaan Umum dan persyaratan yang ditetapkan oleh AusAid. Dana tersebut khusus diarahkan untuk membangun sarana]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a class="wpptopdf" target="_blank" rel="noindex,nofollow" href="http://acehtenggarakab.go.id/?p=71&format=pdf" title="Download PDF"><img alt="Download PDF" src="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/plugins/wp-post-to-pdf/asset/images/pdf.png"></a><p style="text-align: justify;"><a href="http://acehtenggarakab.go.id/wp-content/uploads/2012/03/logo_ausaid1.jpg"><img class="wp-image-72 alignleft" title="logo_ausaid1" src="http://localhost/wp/wp-content/uploads/2012/03/logo_ausaid1-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a>Minat negara donor untuk membantu pembangunan sanitasi di Indonesia terus mengalir. Australia melalui AusAid menyediakan dana sebesar 190 juta dolar Australia untuk membantu pembangunan infrastruktur sanitasi di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dana tersebut siap dikucurkan bagi daerah yang memenuhi kriteria, baik <a href="http://www.sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=780:kriteria-mendapatkan-pendanaan-apbn-bagi-pembangunan-sanitasi-di-daerah&amp;catid=55:berita&amp;Itemid=125">kriteria Kementerian Pekerjaan Umum</a> dan persyaratan yang ditetapkan oleh AusAid.</p>
<p style="text-align: justify;">Dana tersebut khusus diarahkan untuk membangun sarana air limbah dalam tiga tahun ke depan. Mekanismenya menggunakan <em>output based allocations</em> (OBA). Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi daerah agar bisa mendapatkan dana hibah dari Australia ini. Di antaranya:<span id="more-71"></span></p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sarana sanitasi yang akan dibantu dengan dana hibah adalah IPAL komunal/septic tank dan <em>Transfer station</em> untuk persampahan</li>
<li>Persyaratan hibah mengacu kepada persyaratan  yang dikeluarkan Kementerian PU.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk tahun 2012, AusAid menambah persyaratan baru yaitu <em>Good Governance. </em>Persyaratan <em>Good Governance </em>itu antara lain<em> </em>menyediakan website yang menangani program dan menyediakan layanan <em>hotline </em>untuk<em> </em>menangani keluhan.<em></em></p>
<p style="text-align: justify;">Persyaratan baru ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemerintah daerah mendengarkan masyarakatnya dan untuk mengetahui apa hasil lainnya yang dicapai pemda  selain sarana fisik dari pembiayaan melalui hibah.</p>
<p style="text-align: justify;">Daerah Anda tertarik untuk memperoleh pendanaan dari Australia ini, segera hubungi Kementerian Pekerjaan Umum cq Direktorat Bina Program. <strong>MJ</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acehtenggarakab.go.id/?feed=rss2&#038;p=71</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

